Tuesday, September 12, 2006

Syal-ku


Horee, syal-nya jadi euy! Ini rajutan pertama-ku. Ia yang menjadi penghantar tidurku selama 1 bulan ini. Polanya sederhana buanget, dari awal sampai akhir knit. Tadinya mau digabung dengan purl, tapi malah kacau (salah trus). Jadi ya wis-lah untuk yang pertama, knit dulu ya...

Daftar tunggu-ku:
- jam (cross stitch)
- teddy bear (crochet, belajar memadukan warna)
- gadis indian (cross stitch)
- taplak/syal (crochet, belajar baca pola kata2)

Selain itu, pengen buat baju, he'eh tahun ini aku harus bisa buat baju! Adakah yang mau berbaik hati mengajari-ku? Atau adakah yang mau membelikanku buku2 Ondori? Tidak ada makan siang yang gratis, Nak! Kalimat itu tiba2 terngiang di benak-ku. He3.

o ya klo ada yg ingin belajar merajut, ini salah satunya www.lionbrand.com

Friday, September 08, 2006

Cat Rumah

Malam itu, Klu (kk sepupu) bercerita tentang kk-nya yang sedang mengecat rumah. "Bayangkan de’, masak ruang tamu ma perpustakaan warnanya krem, bete banget kan?! Ruangan itu mengingatkanku akan gedung-gedung sekolah", katanya, tiba2 "ayo sekolah", iapun bernyanyi. "Pokoknya kamu harus ke Tangerang", lanjutnya lagi.

Karena penasaran dan karena gagal membayangkan bagaimana betenya ruangan berdinding krem, akupun ke sana. Hm, ternyata benar juga ya... warna krem itu sangat melelahkan, menyempitkan ruangan yang kecil.

Esok-nya, intruksi pengecatan diambil alih oleh Klu. Ia memadu-padankan warna putih dan merah marun untuk pintu (ada 4 pintu, dan tidak ada 1 pintupun yg warnanya sama). Dan ow..ow… kerennn!!! Ruangan menjadi hidup, tidak ada kesan melelahkan lagi. Sip d kk sepupu! Besok klo adik sepupu-mu ini bikin/ngecat rumah, pasti akan minta saranmu.

-----------------

*** Jangan terpaku pada kekurangan, galilah kelebihan yang akan menutupi kekurangan itu. ***

Monday, September 04, 2006

Doa Seorang Prajurit Bagi Putranya

Doa Seorang Prajurit Bagi Putranya
(Douglas Mac Arthur - ditulis pada masa-masa paling sulit di awal perang Fasific)

Tuhanku, bentuklah putraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk menyadari manakala dia lemah.
Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya sendiri manakala ia takut.
Manusia yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan,
rendah hati dan jujur dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi seorang yang kuat dan mengerti,
bahwa mengetahui serta mengenal diri sendiri adalah dasar dari segala ilmu yang benar.

Tuhanku, janganlah puteraku Kau bimbing pada jalan yang mudah dan lunak.
biarlah Kau bawa dia ke dalam gelombang dan desak kesulitan tantangan hidup.
Bimbinglah puteraku, supaya dia mampu tegak berdiri di tengah badai,
serta berwelas asih kepada mereka yang jatuh.

Bentuklah puteraku, menjadi manusia berhati bening dengan cita-cita setinggi langit.
Seorang manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain.

Seorang manusia yang mampu meraih hari depan tapi tak melupakan masa lampau.
Dan setelah segala menjadi miliknya semoga puteraku dilengkapi hati yang ringan untuk bergembira serta selalu bersungguh-sungguh namun jangan sekali-kali berlebihan.

Berikan kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan keagungan yang hakiki, pikiran cerah dan terbuka bagi sumber kearifan dan kelembutan dari kekuatan yang sebenarnya sehingga aku, orang tuanya, akan berani berkata: "hidupku tidaklah sia-sia"

--------------------

Aku sangat2 menyukai tulisan di atas. Saat membaca, kubayangkan itu adalah doa Ayah-Ibuku dan akan menjadi doa bagi putra-putriku kelak saat aku menjadi seorang ibu. Oh.. oh .. indahnya.